Minggu, 13 Juli 2014

Rumah Peninggalan K.R.T Radjiman Widiodiningrat

Disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Fotografi Arsitektur
Drs. Moedjisoewasto., M.Sn


Oleh :
Nama                           : Ira Musfiana
NIM                            : 13152111
Prodi                           : Fotografi

Jurusan Seni Media Rekam
Fakultas Seni Rupa dan Desain
Institut Seni Indonesia Surakarta
2014
I.                   Lokasi Rumah dan Riwayat Hidup K.R.T Rajiman Wediodiningrat
Beliau lahir pada tanggal 21 April 1879 di Yogyakarta. Dr. Rajiman  adalah tokoh pergerakan Indonesia, sebagai salah satu pimpinan Boedi Oetomo, dan pernah mengetuai BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha - Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sebuah lembaga yang berfungsi untuk mempersiapkan cikal bakal terbentuknya Republik Indonesia, melalui transisi penyerahan kekuasaan atau kemerdekaan dari pemerintah militer Jepang.

Rumah peninggalan K.R.T Radjiman Widiodiningrat
Bangunan ini terletak disebelah barat daya, dengan radius sekitar 2km dari desa Walikukun. Lebih tepatnya di Dusun Dirgo, Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, bangunan tersebut masih berdiri kokoh. Warga setempat menyebut rumah tua tersebut dengan “KANJENGAN” yakni rumah peninggalan Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Widyodiningrat, atau rumah kanjeng Ndirgo. Saat mengunjuni rumah beliau, akan disambut gerbang yang bertuliskan “Situs K.R.T Radjiman Widiodiningrat” dan kemudian akan disambut oleh juru kuncinya yang bernama Bpk. Sagimin yang sudah sejak tahun 1992 menjadi juru kunci disana. Dan dari gerbang besar tersebut pengunjung harus berjalan melewati halaman rumah beliau yang kurang lebih 500meter, baru akan sampai di bangunan utama.
Gapura masuk
Beliau datang  dan tinggal didesa tersebut pada tahun 1935,membeli sebuah rumah beserta pekarangan dan persawahan seluas total +/- 73 ha dari seorang tuan tanah Belanda bernama Mr.Doning. Dr.Radjiman menempati rumah tersebut sampai dengan wafatnya beliau di tahun 1951, pada usia 72 tahun. Dalam aktifitasnya selama tinggal di Dirgo dalam kurun waktu sekitar 26 tahun, Dr.Radjiman sering bolak - balik ke Jakarta untuk menghadiri rapat - rapat penting, mengingat  keberadaannya sebagai tokoh dan pejabat negara yaitu sebagai anggota DPR, dengan menggunakan jasa transportasi Kereta Api dari stasiun Walikukun yang hanya berjarak kurang lebih 1,5 Km dari rumahnya.Sebelum wafat Dr.Radjiman menjual areal pekarangan dan persawahan kepada masyarakat sekitar maupun kepada para penggarapnya dengan harga yang sangat murah, dan hanya menyisakan untuk keluarganya seluas 7,5 ha saja. Ini wujud kepedulian dan kecintaan beliau kepada masyarakat sekitar.
Dr.Radjiman wafat di rumah tersebut pada tahun 1951, dan Presiden RI saat itu Ir.Soekarno datang kerumah tersebut untuk melayat. Beliau di makamkan di makam keluarga di Yogyakarta. Dan atas jasa - jasa beliau selama hidupnya dalam memperjuangkan kemerdekaan maka pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional.






II.                Rumah Peninggalan K.R.T Radjiman Widiodiningrat
Rumah tua ini kini mungkin sudah berumur lebih dari 137 Tahun dan masih berdiri kokoh hingga saat ini. Meskipun sudah banyak yang direnovasi, tetapi tidak menghilangkan bentuk aslinya. Bangunan tua tersebut merupakan perpaduan dari arsitektur Jawa dan Belanda yang terlihat pada langit-langit rumah tersebut.
Atap rumah
A.    Ruang Tamu atau Pendopo
Diruangan inilah biasanya tamu-tamu penting dari Dr. Radjiman saling bercengkrama, karena beliau termasuk sosok yang penting di Negara dan tokoh masyarakat yang sangat di segani dimasa itu.
 
Ruang tamu atau pendopo

                                                                                                  
B.     Ruang Keluarga
Ruang keluarga ini adalah ruangan yang digunakan beliau untuk berkumpul dengan keluarga, ataupun makan bersama dengan keluarga besar beliau.
 
Ruang tengah/ keluarga
C.     Ruang Kamar Tamu
Kamar ini dulu digunakan beliau untuk para tamu atau sahabat yang menginap di rumah beliau.
Kamar Tamu
Didalam kamar tamu ini juga dilengkapi dengan meja rias.
Meja rias
D.     Kamar Dr. Radjiman
Inilah kamar beliau dan istri tercintanya. Tempat yang digunakan untuk melepas semua rasa lelah di antara sibuknya tugas beliau.
 
Kamar Dr. Radjiman  
Dikamar ini juga masih terdapat barang barang beliau yang tersimpan didalam lemari dan juga masih terdapat tombak yang dipakai beliau dulu.
Tombak dan Lemari
E.      Tempat santai Dr. Radjiman
Disini adalah tempat santai beliau, saat ini tempat ini kosong tanpa barang apapun.
 
Ruang Santai

F.      Dapur
Dapur ini masih sedikit tertinggal perabotnya dulu. Disinilah istri tercinta beliau memasak untuk beliau.
 
Dapur
Dan dibelakang dapur ini masih terdapat sumur tua beliau. Sumur ini sekarang kering tanpa air.
 
Sumur Tua













III.             Museum Dr. Radjiman Widiodiningrat
Museum Dr. Radjiman Widiodiningrat
                 Museum ini terletak tepat disebelah rumah beliau. Sehingga jika pengunjung datang ke museum ini dapat dengan mudah mampir ke rumah tokoh pahlawan nasional ini. Museum ini resmi dibuka pada tanggal 15 April 2014. Di bangunnya museum ini bertujuan agar semua remaja aset bangsa tahu bagaimana pentingnya tokoh ini dalam memerdekakan Indonesia. Dan tahu sejarah perjuangan dan kehidupan beliau. Agar bangunan ini juga tidak hanya berdiri tapi tanpa diketahui nilai sejarahnya.

Inilah isi didalam museum Dr. Radjiman Widiodiningrat.
Peta dan perbandingan rumah beliau sebelum direnovasi dan sesudah
 
 
 
Isi dari museum
Diatas adalah beberapa isi dari museum. Isi dari museum ini adalah tentang perjalanan karir dari Dr. Radjiman. Mulai masa kanak-kanak beliau waktu di Yogya hingga sampai beliau menjadi sosok yang penting di Indonesia. Dan selain seorang pahlawan beliau juga seorang dokter yang mengabdikan diri ke warga Ngawi. Sehingga jika kita mengunjungi museum ini dapat mengenal jauh lebih dekat deng sosok K.R.T Radjiman Widiodiningrat. Dan seolah-olah saat masuk museum ini akan merasa kita ikut di masa itu.
IV.              Miniatur didepan rumah Dr. Radjiman
Ini adalah beberapa miniatur patung hasil dari karya Pengrajin dari Bojonegoro.
 
Miniatur wajah Dr. Radjiman

 
Miniatur lumbung padi dan Kendaraan

 
Pendopo didepan rumah beliau
Demikian adalah arsitektur rumah peninggalan dan sejarah Dr. Radjiman Widiodiningrat.



“Hidup akan bernilai bilamana diabdikan kepada umat manusia”
(Dr. Radjiman Widiodiningrat)

“Sebab tidak dengan persatuan hati,sukar sekali negara ini dapat dijadika negara Rahayu”
(Dr. Radjiman Widiodingrat)

“Jika kita melihat jalannya dunia pada masa kini dengan tarwaca (seksama), tentu kita mendapat kesimpulan, bahwa jalannya kemanusiaan masih jauh sekali dari cita-cita manusia, yakni damainya dunia”
(Dr. Radjiman Widiodiningrat – Kebudayaan Kita Dengan Perjalanan Dunia”

“Bila kita pelajari dan selidiki sungguh-sungguh “Lahirnya Pancasila” ini, akan ternyata ini adalah suatu Democratisch Beginsel, suatu Beginsel yang menjadi dasar Negara kita, yang menjadi Rechts-ideologie Negara kita; suatu Beginsel yang telah meresap dan berurat berakar dalam jiwa Bung Karno”
(Walikukun, tertanggal 1 Juni 1947, Dr. KRT. Radjiman Widiodiningrat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar