Minggu, 13 Juli 2014

Rumah Peninggalan K.R.T Radjiman Widiodiningrat

Disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Fotografi Arsitektur
Drs. Moedjisoewasto., M.Sn


Oleh :
Nama                           : Ira Musfiana
NIM                            : 13152111
Prodi                           : Fotografi

Jurusan Seni Media Rekam
Fakultas Seni Rupa dan Desain
Institut Seni Indonesia Surakarta
2014
I.                   Lokasi Rumah dan Riwayat Hidup K.R.T Rajiman Wediodiningrat
Beliau lahir pada tanggal 21 April 1879 di Yogyakarta. Dr. Rajiman  adalah tokoh pergerakan Indonesia, sebagai salah satu pimpinan Boedi Oetomo, dan pernah mengetuai BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha - Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sebuah lembaga yang berfungsi untuk mempersiapkan cikal bakal terbentuknya Republik Indonesia, melalui transisi penyerahan kekuasaan atau kemerdekaan dari pemerintah militer Jepang.

Rumah peninggalan K.R.T Radjiman Widiodiningrat
Bangunan ini terletak disebelah barat daya, dengan radius sekitar 2km dari desa Walikukun. Lebih tepatnya di Dusun Dirgo, Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, bangunan tersebut masih berdiri kokoh. Warga setempat menyebut rumah tua tersebut dengan “KANJENGAN” yakni rumah peninggalan Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Widyodiningrat, atau rumah kanjeng Ndirgo. Saat mengunjuni rumah beliau, akan disambut gerbang yang bertuliskan “Situs K.R.T Radjiman Widiodiningrat” dan kemudian akan disambut oleh juru kuncinya yang bernama Bpk. Sagimin yang sudah sejak tahun 1992 menjadi juru kunci disana. Dan dari gerbang besar tersebut pengunjung harus berjalan melewati halaman rumah beliau yang kurang lebih 500meter, baru akan sampai di bangunan utama.
Gapura masuk
Beliau datang  dan tinggal didesa tersebut pada tahun 1935,membeli sebuah rumah beserta pekarangan dan persawahan seluas total +/- 73 ha dari seorang tuan tanah Belanda bernama Mr.Doning. Dr.Radjiman menempati rumah tersebut sampai dengan wafatnya beliau di tahun 1951, pada usia 72 tahun. Dalam aktifitasnya selama tinggal di Dirgo dalam kurun waktu sekitar 26 tahun, Dr.Radjiman sering bolak - balik ke Jakarta untuk menghadiri rapat - rapat penting, mengingat  keberadaannya sebagai tokoh dan pejabat negara yaitu sebagai anggota DPR, dengan menggunakan jasa transportasi Kereta Api dari stasiun Walikukun yang hanya berjarak kurang lebih 1,5 Km dari rumahnya.Sebelum wafat Dr.Radjiman menjual areal pekarangan dan persawahan kepada masyarakat sekitar maupun kepada para penggarapnya dengan harga yang sangat murah, dan hanya menyisakan untuk keluarganya seluas 7,5 ha saja. Ini wujud kepedulian dan kecintaan beliau kepada masyarakat sekitar.
Dr.Radjiman wafat di rumah tersebut pada tahun 1951, dan Presiden RI saat itu Ir.Soekarno datang kerumah tersebut untuk melayat. Beliau di makamkan di makam keluarga di Yogyakarta. Dan atas jasa - jasa beliau selama hidupnya dalam memperjuangkan kemerdekaan maka pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional.






II.                Rumah Peninggalan K.R.T Radjiman Widiodiningrat
Rumah tua ini kini mungkin sudah berumur lebih dari 137 Tahun dan masih berdiri kokoh hingga saat ini. Meskipun sudah banyak yang direnovasi, tetapi tidak menghilangkan bentuk aslinya. Bangunan tua tersebut merupakan perpaduan dari arsitektur Jawa dan Belanda yang terlihat pada langit-langit rumah tersebut.
Atap rumah
A.    Ruang Tamu atau Pendopo
Diruangan inilah biasanya tamu-tamu penting dari Dr. Radjiman saling bercengkrama, karena beliau termasuk sosok yang penting di Negara dan tokoh masyarakat yang sangat di segani dimasa itu.
 
Ruang tamu atau pendopo

                                                                                                  
B.     Ruang Keluarga
Ruang keluarga ini adalah ruangan yang digunakan beliau untuk berkumpul dengan keluarga, ataupun makan bersama dengan keluarga besar beliau.
 
Ruang tengah/ keluarga
C.     Ruang Kamar Tamu
Kamar ini dulu digunakan beliau untuk para tamu atau sahabat yang menginap di rumah beliau.
Kamar Tamu
Didalam kamar tamu ini juga dilengkapi dengan meja rias.
Meja rias
D.     Kamar Dr. Radjiman
Inilah kamar beliau dan istri tercintanya. Tempat yang digunakan untuk melepas semua rasa lelah di antara sibuknya tugas beliau.
 
Kamar Dr. Radjiman  
Dikamar ini juga masih terdapat barang barang beliau yang tersimpan didalam lemari dan juga masih terdapat tombak yang dipakai beliau dulu.
Tombak dan Lemari
E.      Tempat santai Dr. Radjiman
Disini adalah tempat santai beliau, saat ini tempat ini kosong tanpa barang apapun.
 
Ruang Santai

F.      Dapur
Dapur ini masih sedikit tertinggal perabotnya dulu. Disinilah istri tercinta beliau memasak untuk beliau.
 
Dapur
Dan dibelakang dapur ini masih terdapat sumur tua beliau. Sumur ini sekarang kering tanpa air.
 
Sumur Tua













III.             Museum Dr. Radjiman Widiodiningrat
Museum Dr. Radjiman Widiodiningrat
                 Museum ini terletak tepat disebelah rumah beliau. Sehingga jika pengunjung datang ke museum ini dapat dengan mudah mampir ke rumah tokoh pahlawan nasional ini. Museum ini resmi dibuka pada tanggal 15 April 2014. Di bangunnya museum ini bertujuan agar semua remaja aset bangsa tahu bagaimana pentingnya tokoh ini dalam memerdekakan Indonesia. Dan tahu sejarah perjuangan dan kehidupan beliau. Agar bangunan ini juga tidak hanya berdiri tapi tanpa diketahui nilai sejarahnya.

Inilah isi didalam museum Dr. Radjiman Widiodiningrat.
Peta dan perbandingan rumah beliau sebelum direnovasi dan sesudah
 
 
 
Isi dari museum
Diatas adalah beberapa isi dari museum. Isi dari museum ini adalah tentang perjalanan karir dari Dr. Radjiman. Mulai masa kanak-kanak beliau waktu di Yogya hingga sampai beliau menjadi sosok yang penting di Indonesia. Dan selain seorang pahlawan beliau juga seorang dokter yang mengabdikan diri ke warga Ngawi. Sehingga jika kita mengunjungi museum ini dapat mengenal jauh lebih dekat deng sosok K.R.T Radjiman Widiodiningrat. Dan seolah-olah saat masuk museum ini akan merasa kita ikut di masa itu.
IV.              Miniatur didepan rumah Dr. Radjiman
Ini adalah beberapa miniatur patung hasil dari karya Pengrajin dari Bojonegoro.
 
Miniatur wajah Dr. Radjiman

 
Miniatur lumbung padi dan Kendaraan

 
Pendopo didepan rumah beliau
Demikian adalah arsitektur rumah peninggalan dan sejarah Dr. Radjiman Widiodiningrat.



“Hidup akan bernilai bilamana diabdikan kepada umat manusia”
(Dr. Radjiman Widiodiningrat)

“Sebab tidak dengan persatuan hati,sukar sekali negara ini dapat dijadika negara Rahayu”
(Dr. Radjiman Widiodingrat)

“Jika kita melihat jalannya dunia pada masa kini dengan tarwaca (seksama), tentu kita mendapat kesimpulan, bahwa jalannya kemanusiaan masih jauh sekali dari cita-cita manusia, yakni damainya dunia”
(Dr. Radjiman Widiodiningrat – Kebudayaan Kita Dengan Perjalanan Dunia”

“Bila kita pelajari dan selidiki sungguh-sungguh “Lahirnya Pancasila” ini, akan ternyata ini adalah suatu Democratisch Beginsel, suatu Beginsel yang menjadi dasar Negara kita, yang menjadi Rechts-ideologie Negara kita; suatu Beginsel yang telah meresap dan berurat berakar dalam jiwa Bung Karno”
(Walikukun, tertanggal 1 Juni 1947, Dr. KRT. Radjiman Widiodiningrat)

Jumat, 03 Januari 2014

Foto Foto Fotografi

Hai . . .
Ini karya foto aku pertama kali ya masuk perguruan tinggi , . . .
Ini sebagian dari foto2 terbaiku yang aku miliki . . . :)








Foto ini adalah foto yang di acc dosen di semester pertama saat kuliah di ISI Surakarta, . .

Dan foto ini adalah foto pertama, sebelum aku bisa mengoperasikan kamera. foto ini masih mentahan lah, maksudnya foto ini asal jepret sebelum dapat teori dari dosen
terimakasih sudah mau berkunjung ke blog pribadiku , , . .
@iramusfiana_BM


BUKAN DIA TAPI KAMU

                                                      BUKAN DIA TAPI KAMU
                                                               

Dipagi hari yang cerah, seorang gadis manis beranjak dari tempat tidurnya. Dia membuka jendela kamarnya, sehingga cahaya matahari pagi masuk menembus masuk keruangan kamarnya. Oh ya, gadis ini bernama Vallen, mempunyai kulit putih, dan rambut yang panjang lurus sepinggul. Kemudian ia segera mandi dan bersiap untuk pergi kesekolah. Vallen ini baru kelas X di SMA Bina Nusantara.
“Valleeen . . . . . .!!, udah siap belum..??? panggil seseorang dari luar, tak lain adalah kakaknya Vallen, Dewa. Ia mahasiswa semester V UNIKOM Bandunng.
“iya kak, udah siap!” Kata Vallen keluar dari kamarnya.
Dewa dan Vallen segera turun dan  menuju ruang makan yang udah ditunggu orang tuanya untuk sarapan pagi bersama.
“Pagi ma. . . pagi pa  . . . !! sapa Dewa dan Vallen barengan.
“Pagi sayaang,. . . . ayo sarapan dulu!” Pinta ibu paruh baya itu.
“Oh ya Vallen, nanti kamu berangkat sekolah bareng kak Dewa ya,! Soalnya mama sama papa mau keluar kota untuk beberapa hari ini!” Kata papanya bijaksana.
“Yaelah pa, , , ngapain sih keluar kota? Masa aku ditinggal sendiri sama kak Dewa?” gerutu Vallen
“Gak apa apa Vallen sayang, kan Cuma sebentar, kak Dewa pasti bisa jagain kamu kok.”sambung mamanya.
“iya Vallen., kakak pasti bisa jagain kamu kok, percaya deh. . .!!! kata Dewa tersenyum jahil.
“Iya iya,, pasrah aja deh. . .” kata Vallen malas.
Setelah selesai sarapan pagi, Vallen dan Dewa berpamitan untuk berangkat kesekolah.
“pa ma.. kita berangkat kesekolah dulu ya!” Vallen dan Dewa bersalaman dengan kedua orangtuanya.
“hati-hati nak,. Jagain adik kamu baik-baik!” kata mama ke Dewa
‘’siap ma, . .  Vallen pasti baik baik saja kok ditangan Dewa’” kata Dewa membanggakan dirinya.
‘’Ihhh, , , kakak cepetan dong, udah siang nih, ntar aku bisa telat!” teriak Vallen dalam mobil.
“iya, bawel banget sih(masuki mobil). . .
“da mama, , , da papa. . .” teriak Vallen didalam mobil sambil melambaikan tangannya dijendela mobil, dan kemudian dibalas mam dan papanya juga.

 


15 menit kemudian Vallen tiba disekolahnya, Vallen segera turun dari mobil
“kak, Vallen masuk duluan ya. . . nanti jemputnya sorean dikit ya, soalnya nanti Vallen ada ekstra basket!” kata Vallen pada kakanya lewat jendela mobil.
“oke sayang. . . siap deh,” kata Dewa sambi beri hormat kepada adiknya itu.
“kakak, apaan sih, gak usah panggil panggil sayang deh, malu tau kak,,,! Kata Vallen manyun.
“yaelaahh, , , masa malu sih dipanggil kakanya dengan panggilan sayang? Tanya dewa.
“au ahh. . . . Vallen masuk dulu, Byee!!” kata Vallen memasuki lingkungan sekolahnya,dan Dewa pun segera menuju sesekolahnya.
Saat berjalan di koridor sekolah,ada seseorang yang memanggil Vallen,
“Valleeen . . . .   !”teriak gadis itu yang lari menuju Vallen, dia adalah Leny, dia ini sahabat Vallen yang suka dengan Dewa kakaknya Vallen.
“eh loe Len., pagi-paagi udah teriak kaya orang kesurupan aja”ucap Vallen datar.
“gitu mulu sih sama gue”Leny manyun.
“ow iya, tadi loe dianterin sama kak Dewa ya? Kok gk bilang gue sih., gue kangen tau sama kak Dewa udah lama gk ketemu.hehe..”kata Leny cengengesan.
“ieeehh..segitu bgt sih suka sama kakak gue, orgnya aja jahil selangit” ucap Vallen dgn berjalan menuju kelasnya.
“ganteng tau Len..” kata Leny yg berlari berusaha untuk berjalan disamping Vallen.
Mereka berjalan menuju kelasnya, karena kebetulan mereka sekelas.
Suasana kelas belum rame karena pelajaran belum dimulai. Semua siswa masih pada ngerumpi sesuai dgn kelompok/gengnya masing-masing. Tak beda dgn Vallen dan Leny yang juga mengobrolkan tentang murid baru dikelas sebelas yang katannya ganteeng mirip artis korea yang disukai ABG jaman sekarang.
“eh Len, tau gk? Ada murid baru katanya cakep loh, seprti artis korea itu, siapa ya?(mikir) iya, itu Lee Min Hoo” jelas Leny panjang lebar.
“masa’ sih? Ah yg bener?” tanya Vallen santai.
“Vallen, kok gitu sih.. loe gk tertarik ya sama dia?” tanya Leny yang geregetan dengan sahabatnya itu.
“gimana mau tertarik, liat orangnya aja belum, paling ya gitu-gitu aja kan kalau cowok, udah biasa dengan kelakuan cowok yang katanya ganteng” jawab Vallen masih sibuk membaca novel yang dibawanya.
“awas aja kalau sampai loe suka sama dia ya,hwhee” canda sahabat Vallen itu.
“iya liat aja nanti,,hehehe” Vallen pun membakas candaan dari Lenny.
 



Tak terasa bel istirahat telah berbunyi, menunjukkan berakhirlah untuk mata pelajaran pagi itu. Lenny mencoba mengajak Vallen untuk kekantin.
“Len,.ke kantin yuk.!”ajak Lenny.
“emm, loe duluan deh, gw mau ke kamar mandi dulu”jawab Vallen yg langsung ngibrit kekamar mandi.
“dasar tuh anak, biarin deh, pasti nanti dia nyusul sendiri” gerutu Lenny yg langsung menuju kantin.
Disisi lain  Vallen yg keluar dari kamar mandi itu tak sngaja menabrak seseorang.
“ohh, sorry . . .gw gk sengaja” Vallen minta maaf kepada orang itu.
“heh, mata loe dimana haa?” bentak cowok itu.
“kan gw udah mnta maaf, gw gk sengaja” jawab Vallen.
“gak sengaja?? Hahaha. Alasan aja loe biar  bisa  nabrak gw kan, ngaku aja deh loe” ucap cowok itu sinis.
“heh, kalau gk mau maafin bilang aja gk usah sok cakep, loe pikir gw mau apa nabrak cowok kaya loe, dasar cowok sinting” ucap Vallen hendak meninggalkan cowok itu, tapi dengan sigap cwok itu meraih tangan Vallen.
“lepasin tangan gw” ketus Vallen mencoba mengelak dari cowok itu.
“heh, loe harus bayar mahal udah menghina gw” cowok itu geram menatap Vallen.
“terus mau loe pa? Apa gw harus bilang kalau loe itu cowok waras tapi gk punya otak”Vallen tk kalah geram pada cowok itu.
“heh, untung aja loe cewek ya, kalau enggak...”cowok itu tidak melanjutkan kata-katanya.
“kalau tidak apa? Gk berani loe? Pengecut.” Ucap Vallen yg menarik tangannya dari genggaman cowok itu dan kemudian meninggalkan cowok itu terpaku.
Cowok itu hanya tersenyum tipis melihat Vallen yang berjalan menjauhinya.
“lihat aja nanti, loe akan mengejar ngejar gw, gw jamin itu” kata cowok itu dan juga langsung meninggalkan kamar mandi itu.
“Len. . . gw gk jadi makan, kalau loe mau makan, makan aja gak apa apa, gue lagi gak mood buat makan” ucap Vallen.
“loe kesambet setan apa sih Len? Perasaan abis dari kamar madi langsung sewot, marah marah gak jelas. Loe kenapa ha?” tanya Lenny heran.
“issh, gw tadi gak sengaja nabrak cowok, gw udah minta maaf, dia malah marah marah gk jelas.” Gerutu Vallen.
“udah sabar aja, loe beneran ini gk makan, yakin?” goda Lenny.
“gw bilang enggak ya enggak, gk bakalan bisa berubah Lenny” ucap Vallen geregetan.
“yaudah kalau gitu..” ucap Lenny sambil menyantap makanannya.
Selang beberapa lama bel tanda pulang sekolah berbunyi, tandanya semua siswa sudah berhenti untuk belajar hari ini. Vallen masih menunggu kakaknya untuk menjemputnya, sedangkan sahabatnya Lenny sudah pulang duluan. Vallen yang masih menunggu kakaknya dihampiri cowok yang ditemui dikamar mandi tadi pagi.
“hai. . .” sapa cowok itu.
“hai juga, kesambet setan mana loe kok tiba tiba baik sama gw?” tanya Vallen heran.
“kesambet?? Emangnya kapan gw marah sama loe, ketemu aja baru ini?” tanya cowok itu kebingungan.
“baru tadi pagi udah pikun, yaudahlah gk penting” ucap Vallen cuek.
“o iya, nama loe siapa? Gw Raka!” tanya Raka yang mengulurkan tangannya.
“gw Vallen, “jawab Vallen menjabat tangan Raka. Vallen masih kebingungan kenapa  cowok itu berubah baik padanya.
“yaudah ya, gw duluan, kakak gw udah jemput!” ucap Vallen yang  mengetahui  bahwa kakaknya sudah datang.
“owh iya Vallen, salam kenal ya dari gw?” ucap cowok itu tersenyum pada Vallen yang sudah meninggalkan sekolah.

Keesokah harinya Vallen kembali kesekolah, dia kembali bertamu dengan Raka, tapi sayangnya Raka tak seperti kemaren, hari ini dia kembali jutek seperti awal mereka  ketemu dulu.
“heh. . . ketemu lagi sama cewek aneh yang satu ini” ucap Raka sinis.
“dasar aneh, kemaren aja loe sok baik sama gw, sekarang loe kembali ngomel ngomel, sebenarnya apa sih mau loe?” tanya Vallen.
“gw baik sama loe? Sepertinya gak akan deh, gw gk pernah dan gak akan baik sama loe., ngerti???” ucap Raka.
“oke, , jangan harap gw juga bisa baik sama loe?” jawab Vallen yang kemudian meninggalkan Raka yang masih terpaku.
“loe gila Vallen, kenapa loe malah berantem sama itu anak baru, gw aja pengen kenalan gk bisa, ini malah berantem?” ucap Lenny pada Vallen saat sudah masuk kelas.
“owhh, jadi itu murid barunya, biasa aja sih?” ucap Vallen santai.
“eh, kalau loe benci sama dia jangan diseriusin, entar loe suka sama dia baru tahu rasa loh!” ancam Lenny.
“heehe, sepertinya gak akan terjadi deh?” jawab Vallen.
“awas aja, kalau loe sampai jadian sama dia!” ucap Lenny.
“iya Lenny, mungkin gak akan, hehe”jawab Valleen cengengesan.

Tetapi beberapa hari kedepan., pertengkaran antara Vallen dan Raka mereda, meski kini masih belum berteman baik, dan kadang masih ada cek cok masalah. Hingga dihari itu saat pulang sekolah, Raka kembali baik, dia mengajak Vallen untuk pergi kerumahnya.
“Len, loe mau kan ke rumah gw, ada yang mau gw tunjukin ke elo!” pinta Raka.
“hah? Kerumah loe? Ngapain? Tumben banget loe baik sampe ngajak gw kerumah loe” tanya Vallen heran.
“Please Len, ini penting banget, ini demi Riki?” Raka memohon.
“Riki siapa sih?” tanya Vallen heran.
“entar gw jelasin, sekarang loe ikut aja sama gw!!” Raka memaksa Vallen menuju rumahnya.
Sesampai dirumah Raka Vallen langsung diajak kesebuah ruangan, yang berisi foto foto Raka, tapi anehnya Raka ada dua di foto itu. Dan hal itu yang membuat Vallen bertanya tanya.
“Raka, ini maksudnya  apa? Terus kenapa kamu ada dua?” tanya Vallen.
“iya Vallen, gue kembar,. Dan dia adalah Riki, yang selama ini berantem sama loe itu Riki, bukan gue?” jelas Raka.
“gw masih bingung dengan semua ini?” ucap Vallen yang masih tak percaya.
“Len, sebenarnya Riki itu suka sama loe, dia berbuat seperti itu sama loe supaya loe benci sama dia, karena dia gk mau buat loe sedih Len..” jelas Raka.
“maksudnya??” Vallen masih bertanya tanya.
“iya Len, Riki sakit kanker stadium akhir, sebenarnya selama disekolah dia selalu kumat, tetapi aku yang menggantikannya jadi yang  kamu temui itu aku, tetapi aku gak bisa marah marah seperti Riki” jelas Raka.
“trus sekarang Riki dimana?” tanya Vallen
“dia dirumah sakit Len,” jawab Raka tertunduk lesu.
“anterin gue kesana sekarang” pinta Vallen.
“tapi Len” ucap Raka
“cepetaaaaan” pinta Vallen tak sabarr.

Selang sekitar selama 30 menitan Vallen dan Raka sudah tiba dirumah sakit, mereka segera menuju keruangan dimana Riki dirawat. Vallen membuka pintu kamar itu, terlihatlah Riki yang biasanya kasar, kini berbaring tak berdaya dikamar rumah sakit itu. Dia dikelilingi keluarganya yang terlihat menangis. Vallen yang berdiri melihat itu, air matanya pun iku terjatuh membasahi pipinya. Raka segera mengajak Vallen untuk menemui Riki yang terbaring memandang kearah mereka.
“Ngapain loe kesini, mau menertawakan keadaan gw sekarang?” tanya Riki pada Vallen.
“udahlah, loe itu lagi sakit gk usah cari gara gara sama gue, gue udah tau semuanya dari Raka, kenapa loe gk bilang dari dulu sama gue?” tanya Vallen yang tak bisa menahan airmatanya.
“Vallen, gw gk mau buat loe terbebani karena gue, gue minta maaf atas semua yang gw lakuin sama loe selama ini” ucap Riki mencoba menghapus airmata Vallen.
“Rik, gw sayang sama loe, loe harus sembuh ya, gw gk mau hari hai gue tanpa lo” ucap Vallen terisak.
“Vallen., sekarang kan ada Raka yang selalu ada buat kamu, dia jauh lebih baik dari aku, dia gak akan marah marah sama kamu, dia akan menjagamu baik baik,” ucap Riki.
“tapi yang aku mau bukan dia, tapi kamu, kamu udah buat hari hariku menjadi berwarna Rik, tiap malam aku selalu berharap cepatlah pagi datang, aku ingin tau apa yang akan terjadi antara kita hari ini, meskipun itu semua dijalani dengan pertengkaran Riki, aku mohon sama kamu, kamu harus kuat menghadapi ini semua, kamu harus sembuh, demi aku dan orang orang yang sayang sama kamu Riki” ucap Vallen berusaha untuk tersenyum.
“nggak Vallen, aku usah capek dengan ini semua, aku mau istirahat, aku ingin tenang Vallen, aku harap kamu bisa menjalani hari seperti dulu sama Raka ya, . . .
“Raka, gw titip Vallen sama loe, jangan buat dia sedih atau marah, jaga selalu dia buat gw?” ucap Riki.
Dan ternyata itu adalah kata kata terakhir yang diucapkan Riki. Dan kepergian Riki itu menjadi akhir cerita cerita yang dialami Vallen setiap harinya. Riki mampu membuat Vallen jatuh cinta dengan hal yang tak terduga,.dengan pertengkaran yang selalu mereka lalui. Dan kini Vallen menjalani hari harinya tnpa Riki lagi, melainkan dengan Raka, saudara kembar Riki.


END


  BY @iramusfiana_BM